Sejarah merupakan ilmu yang akan terus berkembang dan tidak akan mati,
itulah mengapa sejarah sukar untuk dijadikan salah satu bagian dalam
ujian nasional. Mungkin hal ini terdengar aneh mengapa harus membahas
ujian nasional saat membahas sejarah dalam kurikulum 2013. Jika kita
memandang kebelakang, pelajaran sejarah tidak terlalu banyak mendapat
tempat dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) khususnya di
tingkat SMA. Sejarah hanya diberikan 2jp untuk kelas X dan 1 JP untuk
kelas IPA serta 3jp untuk IPS. Hal inilah yang dirasakan kurang karena
karakter bangsa dan anak bangsa bisa dibangun dengan sejarah. Kurikulum
2013 untuk SMA akan membagi sejarah pada dua mata pelajaran yaitu
sejarah Indonesia dan pelajaran sejarah saja. Dengan pembelajaran
sejarah Indonesia merupakan pelajaran wajib dengan 2jp tiap kelas dan
tiap tingkatan kelas serta pelajaran sejarah menjadi pelajaran pilihan
dengan jumlah 4jp buat tiap tingkatan dan bisa dipilih baik jurusan IPS
maupun jurusan IPA.
Dengan begitu seharusnya pelajaran sejarah menjadi salah
satu andalan pembentukan karakter siswa khususnya siswa SMA? pertanyaan
ini sepertinya akan dijawab tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dengan masuknya sejarah kedalam pelajaran pilihan bagi jurusan IPS
menunjukkan bahwa nantinya sejarah juga akan masuk kedalam ujian yang
bersifat terpadu seperti ujian nasional atau apalah nantinya nama ujian
itu jika UN dihapuskan. Masuknya sejarah menggeser matematika sebagai
pilihan untuk program IPS yaitu Ekonomi, Sosiologi dan Antropologi,
Sejarah dan Gerografi. Keempat mata pelajaran ini nantinya pasti akan
diujikan sebagai syarat kelayakan lulus bagi mereka yang mengambil
jurusan IPS. Sebuah tantangan berat bagi para guru sejarah dimana guru
sejarah dituntut mampu mengantarkan siswa siswinya untuk mampu
menghapalkan sejarah nasional dan dunia hanya dalam waktu kurang lebih 3
tahun dan dalam waktu yang tidak terlalu lama itu siswa juga harus
menghapalkan pelajaran-pelajaran yang lain. Padahal seorang guru sejarah
harus menghapalkan perbagian sejarah Indonesia dan dunia dalam
tiap-tiap semester tanpa diganggu dengan pelajaran lain saat ia kuliah.
Pertanyaannya sekarang mampukah siswa dan guru sejarah SMA
mempertanggung jawabkan pelajaran sejarah yang telah diberikan porsi
kusus untuk memberikan pembelajaran karakter bagi siswa. Yang pasti ada
sekitar enam bulan lagi sebelum kurikulum baru di terapkan secara penuh
dalam pembelajaran pada tahun ajaran 2013/2014 semoga seluruh guru
sejarah siap dalam menerapkan kurikulum baru karena guru sejarah di
haruskan untuk mengajar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan
pelajaran lainnya karena ada pelajaran sejarah Indonesia sebagai
pelaaran wajib dan pelajaran Sejarah sebagai pelajaran pilihan di semua
tingkatan kelas mulai kelas X sampai XII.

Mengenal sejarah memang mengasikkan gan, seolah kita berada pada masanya,.atau ingin ke masanya. Namun menghafal sejarah memang sesuatu yang sangat sulit.
BalasHapus